Dalih Bitner Gugat Penjual Sayur Rp 540 Juta, Warung Sepi Jadi Alasan?

Kasus perseteruan antara Bitner Sianturi, pemilik warung sayur di Magetan, dan Sumarno (Marno), pedagang sayur keliling, kini memasuki babak baru. Setelah sempat viral akibat video konfrontasi yang beredar di media sosial, Bitner resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Magetan dengan tuntutan ganti rugi senilai Rp 540 juta.

Jumlah tersebut diklaim sebagai kompensasi atas kerugian yang dialaminya selama lima tahun terakhir akibat sepinya warung sayurnya.

Tuntutan dan Rincian Gugatan

“Nominal ganti rugi Rp 540 juta itu berdasarkan perhitungan omzet saya selama 5 tahun,” ujar Bitner kepada detikJatim, Kamis (6/2/2025).

Bitner menegaskan bahwa gugatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Marno, tetapi juga kepada empat pihak lainnya, termasuk Kepala Desa Pesu dan dua perangkatnya, serta seorang penjual sayur lainnya bernama Wiyono.

“Dari Rp 540 juta itu ditanggung bersama oleh lima tergugat,” tambahnya.

Insiden yang Memicu Sengketa

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menunjukkan Bitner mengamuk dan mengusir Marno saat berjualan sayur keliling di Desa Pesu. Dalam video berdurasi 1 menit 48 detik tersebut, Bitner terdengar menuduh Marno telah menghasut pelanggan sehingga warung sayurnya sepi.

“Lu menghasut warga gimana Marno, lu menghasut warga nggak boleh cari makan gitu. Emang perutmu doang yang perlu makan?” ujar Bitner dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Meski dimaki, Marno tetap tenang dan membantah tuduhan tersebut. “Siapa yang menghasut?” jawabnya santai sambil menata dagangannya di atas mobil pikap.

Namun, Bitner terus melontarkan kemarahannya, bahkan menyebut Marno telah menyebabkan banyak warung tutup akibat persaingan dagang.

Dampak dan Respons Publik

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan dasar gugatan Bitner dan menilai persaingan bisnis seharusnya diselesaikan secara sehat. Sementara itu, Marno tetap berjualan seperti biasa, meskipun kini harus menghadapi proses hukum yang bergulir.

Dengan kasus yang terus berlanjut, publik kini menantikan bagaimana putusan pengadilan akan menentukan nasib kedua pedagang sayur ini.

Leave a Comment