Musisi eksperimental Panda Bear, alias Noah Lennox dari grup ikonis Animal Collective, akan merilis album solo terbarunya bertajuk Sinister Grift pada 28 Februari mendatang melalui label Domino. Kembalinya Lennox ke proyek solo ini menandai sebuah momen penting setelah enam tahun vakum sejak album Buoys (2019).
Sebagai bagian dari promosi album, Panda Bear telah meluncurkan single ketiga sekaligus terakhir berjudul Ends Meet. Lagu ini menghadirkan kolaborasi dengan rekan-rekan segrupnya di Animal Collective, yakni Avey Tare dan Geologist, yang mengisi instrumen musik, serta vokal pendukung dari Maria Reis dan Rivka Ravede dari band Spirit of the Beehive.
Sebelumnya, dua single lain telah diperkenalkan ke publik, yakni Defense, yang menampilkan musisi Cindy Lee alias Patrick Flegel dan sempat masuk dalam daftar Songs of the Week di salah satu media musik ternama, serta Ferry Lady, yang hadir dengan video musik penuh gaya. Ketiga lagu ini menjadi representasi dari eksplorasi musikal Lennox yang kian matang dan kaya tekstur.
Kolaborasi Bersejarah dalam Album Solo
Menariknya, Sinister Grift mencetak sejarah dengan menghadirkan keterlibatan seluruh anggota Animal Collective dalam sebuah album solo Panda Bear. Josh “Deakin” Dibb turut serta dalam produksi album yang direkam di studio rumah Lennox di Lisbon, Portugal. Momen ini diakui Lennox sebagai sebuah “babak baru” dalam kariernya.
Dalam pernyataan resminya, Deakin mengungkapkan bahwa proses produksi album ini menghidupkan kembali kenangan lama saat mereka pertama kali menciptakan musik bersama sejak tahun 1991. “Bekerja dalam proyek ini terasa seperti kembali ke sesuatu yang sakral dan hangat. Album ini adalah kombinasi dari sisi klasik Noah sebagai penulis lagu yang saya kenal selama 30 tahun, serta sebuah lembaran baru yang segar,” tuturnya.
Selain anggota Animal Collective, berbagai musisi lintas genre turut ambil bagian dalam album ini. Cindy Lee menghadirkan nuansa melankolis khasnya dalam Defense, sementara Rivka Ravede memberikan warna vokal yang unik. Jessica Pratt pun memberikan pujian terhadap suara Lennox yang dianggapnya lebih jernih dan sarat akan kebijaksanaan emosional.
Perpaduan Analog dan Digital dalam Produksi
Proses rekaman Sinister Grift mengandalkan teknik analog dengan penggunaan multitrack cassette, sebuah pendekatan yang disebut Deakin sebagai “kembali ke akar” dalam metode bermusik mereka. Namun, Lennox juga menyisipkan elemen elektronik dan sampling yang kompleks, menciptakan pengalaman mendengar yang unik dengan perpaduan nostalgia dan sentuhan modern.
Atmosfer album juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat rekaman, yakni Lisbon—sebuah kota yang dikenal dengan lanskap musiknya yang eklektik dan nuansa magis yang kental. Kombinasi ini menghasilkan sepuluh trek penuh emosi yang mencerminkan ketidakpastian, pencarian jati diri, dan harapan.
Sejumlah nama besar di industri musik turut memberikan apresiasi terhadap album ini. Daniel Lopatin menyebut Sinister Grift sebagai “sebuah mimpi rock klasik yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang indah”, sementara DJ Falcon menilai suara Lennox sebagai “obat penyembuh bagi dunia yang gelap.”
Para penggemar kini hanya perlu menunggu hingga 28 Februari untuk menikmati perjalanan sonik terbaru dari Panda Bear. Dengan eksperimen musik yang kaya, kolaborasi epik, dan pendekatan produksi yang unik, Sinister Grift siap menjadi salah satu rilisan paling dinantikan di tahun ini.