Musisi dan pencipta lagu Ari Bias mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakadilan yang dialaminya selama dua dekade. Meski lagu-lagu ciptaannya kerap dibawakan oleh penyanyi ternama dan diputar di berbagai panggung, ia mengaku tidak pernah menerima royalti konser atas karyanya.
“Lagu saya dipakai di panggung mereka, tapi saya hanya menonton tanpa hasil apa pun,” kata Ari dalam wawancara di kanal YouTube Badai Tivi, Sabtu (15/2/2025).
Ari menyebut salah satu lagunya yang berjudul Bilang Saja, dinyanyikan oleh Agnez Mo pada 2004, tidak pernah menghasilkan royalti konser selama 20 tahun terakhir. “Bayangkan, 20 tahun saya menunggu, tidak ada Rp 1 pun masuk ke saya melalui LMKN,” keluh Ari.
Awalnya, Ari sempat menerima keadaan dan merasa pencipta lagu memang hanya berperan menghibur tanpa mendapat hak ekonomi yang layak. Namun, penantian panjang tanpa kejelasan membuatnya merasa frustasi.
Pada 2015, rasa putus asa itu membuat Ari menjual seluruh perlengkapan musiknya, termasuk keyboard, gitar, dan mikrofon, demi meninggalkan dunia musik. Ia bahkan mencoba mencari penghasilan dari bisnis lain, meskipun usaha tersebut juga sempat gagal. “Saya cari kesibukan lain dan cari usaha di luar musik, tapi ketipu juga bisnis saya,” ujarnya.
Pencerahan mulai datang ketika Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dibentuk. Organisasi ini, yang terdiri dari musisi-musisi Tanah Air, membuka mata Ari bahwa pencipta lagu memiliki hak ekonomi atas karya yang ditampilkan di konser.
“Komposer banyak yang mulai sadar hukum, tahu ada UU Hak Cipta, dan paham hak-haknya,” jelas Ari. Ia berharap dengan kesadaran ini, pencipta lagu bisa memperjuangkan hak royalti mereka dengan lebih baik.
Kini, Ari perlahan bangkit dan berharap keadilan untuk pencipta lagu bisa segera terwujud.